By : Dani M. Akhyar
Sebaik-baik kehidupan adalah hidup bagaikan dalam liburan. Itulah satu kalimat indah yang saya dapat dari acara Business Art with Mario Teguh malam ini, hari pertama di tahun 2009. Memang, saat ini masih kental suasana liburan. Dan apa yang dirasakan orang saat liburan? Mereka bergembira, liburan adalah sesuatu yang dinanti-nantikan sejak lama, moment yang berharga untuk dihabiskan bersama orang-orang yang dicintai. Liburan adalah saat-saat orang me-recharge diri setelah sekian lama bergulat dengan kepenatan-kepenatan hidup dan pencapaian-pencapaian target kerja yang melelahkan.
Lalu mengapa hidup yang paling baik adalah seperti liburan? Karena esensi dari liburan itulah yang harusnya menjadi hidup kita. Hidup kita seharusnya melepaskan kita dari kepenatan-kepenatan. Hidup kita seharusnya berisi kegembiraan dan menumbuhkan passion untuk selalu ingin melewatinya dengan baik bersama orang-orang yang kita cintai. Hidup kita seharusnya menjadi sesuatu yang dinanti-nanti, persis seperti halnya liburan.
Kenikmatan liburan, saat ini terbelenggu oleh materi atau fisik. Liburan harus di luar negeri, harus ke tempat rekreasi tertentu, harus belanja barang-barang ini itu dan sebagainya. Padahal kunci liburan ada di hati. Ada orang yang mampu berangkat liburan ke Paris tetapi hatinya cemas dengan tagihan kartu kredit yang akan membengkak. Ada orang yang tidak nikmat tidur di hotel bintang lima di Bali karena memikirkan salah satu anggota keluarganya yang sakit dan ditinggal di rumah. Tetapi banyak juga yang tidak kemana-mana waktu liburan, hanya di rumah saja, tetapi sangat menikmati liburan dengan hanya camping dan barbecue di kebun depan rumah bersama seluruh anggota keluarga. See, liburan bukan di fisik, tetapi ada di hati.
Hidup pun demikian adanya. Hidup itu ada di hati, bukan digantungkan di materi. Orang yang seumur hidupnya bergantung pada materi tidak akan bisa hidup dengan tenang. Misalnya, bekerja keras hanya untuk bisa beli mobil baru, atau pengen liburan ke luar negeri, atau rumah baru. Orang yang dipenuhi keinginan materi akan dikaruniai hati yang beku, karena tidak pernah memikirkan orang lain dalam hidupnya. Kebahagiaan yang dimilikinya semu, karena sekali dia memiliki sesuatu, maka itu akan menariknya untuk ingin memiliki yang lebih besar. Lagi dan lagi, tidak akan pernah puas. Tidak tenang hatinya. Orang yang memiliki hati berarti mempunyai perhatian kepada orang lain, dan itulah yang membuat dirinya benar-benar bahagia.
Orang bisa memberi tanpa mencintai, tetapi orang tidak bisa mencintai tanpa memberi. Apalah arti hidup tanpa cinta, tanpa memberi dengan penuh kasih? Saya pernah mendapat nasihat, jika hati sedang galau, buat senanglah orang lain dengan berbuat baik kepada mereka, niscaya hati menjadi damai. Dan sungguh itu saya buktikan. Saat hati gundah gulana, uang 500 perak ke pengamen anak-anak saja membuat hati luluh dan trenyuh, lantas bersyukur betapa masih banyaknya nikmat Tuhan kepada saya. Menyadari hal ini, mengapa tidak setiap saat dalam hidup ini adalah untuk memberi dan melayani? Bukankah itu kunci menuju kebahagiaan yang abadi? Tak heran banyak sekali orang yang mau mengabdikan hidupnya sebagai pelayan umat dan masyarakat, karena mereka benar-benar menemukan kebahagiaan sejati di sana. Mereka sudah merasa life is a vacation forever. Bahagia alias seneng terus seperti liburan.
Andaikan bekerja dan berbisnis seperti liburan, tentunya akan menyenangkan. Tapi kok susah ya? Ingin terus bahagia dalam bekerja, tetapi banyak hal-hal tidak menyenangkan muncul. Atasan yang terlalu marah-marah terus lah, rekan kerja yang sikut-sikutan, bawahan yang gak becus, kompetitor yang main kotor, supplier yang nakal, demo karyawan yang gak berhenti, dan sebagainya. Apanya yang seperti liburan? Yang ada juga seperti neraka.
Kalau sudah begini, kembali lagi ke hati. Nikmati saja. Toh, life is also about challenge, kan? So make your challenge as your vacation. Be happy with it. Keep singing and just face it, just do it. Semua penderitaan yang dinikmati akan menjadi kenikmatan, dan sebaliknya semua kenikmatan yang tidak disyukuri akan menjadi penderitaan.
Met taun baru 2009 !
Kenapa Bog ky gini kog jarang Dikunjungi,ini sangat bagus!!!
saya Terpesona membacanya….kalau anda bisa membantu saya!
saya mohon untuk memberitakan kalau ada postingan baru ke Email saya…
terima kasih….keep smiling!